Langsung ke konten utama

Post 3 : Apa itu Conseptual DB ?



Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .
Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual :
1. Perancangan skema konseptual :

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan - kebutuhan pemakai terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1, dimana Tujuan dari proses perancangan skema konseptual adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian semantik, keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual dengan menggunakan model data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem manajemen database.
Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :
   1). Terpusat
Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.
   2). Integrasi view–view yang ada
Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal ( view ) kemudian view – view tersebut disatukan ke dalam sebuah skema konseptual.
Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :
   a. Top down
   b. Bottom Up
   c. Inside Out
   d. Mixed
2.Transaksi
Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll.

Proses Perancangan Database
6 Fase proses perancangan database :

1. Pengumpulan data dan analisis
2. Perancangan database secara konseptual
3. Pemilihan DBMS
4. Perancangan database secara logika (data model mapping)
5. Perancangan database secara fisik
6. Implementasi Sistem database.
6 fase di atas tidak harus diproses berurutan. Pada beberapa hal, rancangan tsb dapat dimodifikasi dari yang pertama dan sementara itu mengerjakan fase yang terakhir (feedback loop antara fase) dan feedback loop dalam fase sering terjadi selama proses perancangan.


kunjungi :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Post 1 : Apa yang diharapkan dari Mata Kuliah Basis Data ?

Bagi Mahasiswa Teknik Informatika di semester 4 mungkin tak asing dengan mata kuliah Basis data. Di Semester 4 ini didalam perkuliahan saya akan belajar mengenai Basis Data, Namun Apa yang saya harapkan dari Mata kuliah Basis Data ini ? Jadi yang saya harapkan di Mata Kuliah Basis Data ini adalah : 1. Mahasiswa dapat mengenal tentang Basis Data itu sendiri, dari mulai definisi, Struktur, Jenis dan lainnya yang menyangkut Database. 2. Mahasiswa diharapkan dapat merancang sebuah database secara individu maupun berkelompok sehingga Mahasiswa dapat memahami Database dengan Cepat dan terbiasa dalam membuat database pada saat mereka bekerja di sebuah perusahaan atau lainnya. 3. Mahasiswa diharapkan dapat menganalisis Data - Data dengan tepat dan benar sehingga suatu saat nanti dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang berdaya saing tinggi. 4. Mahasiswa diharapkan dapat mengolah dan membuat Database dengan sebaik mungkin dan seefiesien mungkin agar nanti database yang dibuat sebaik...

Post 9 : Pengertian Arcs Relationship dan Contohnya

Assalamualaikum Wr. Wb.     Alhamdulillah, Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai Arcs Relationship. Jadi Apa itu Arcs Relationship ? Arcs Relationship adalah cara untuk mewakili hubungan yang saling eksklusif di ERD dan diwakili pada ERD sebagai garis padat dengan ujung melengkung. Pada Sebuah lingkaran digambar pada arc untuk setiap hubungan yang merupakan bagian dari arc. Karakteristik Arcs Relationship Arcs selalu menjadi milik satu entitas  Arcs dapat mencakup lebih dari dua hubungan.  Tidak semua hubungan suatu entitas perlu dimasukkan dalam arc.  Entitas mungkin memiliki beberapa arc  Arc harus selalu terdiri dari hubungan dengan opsionalitas yang sama.  Semua hubungan dalam arc harus bersifat wajib atau semua harus opsional.  Hubungan dalam arc mungkin berbeda kardinalitas, meskipun ini jarang terjadi. Contoh Arch Relationship: Studi kasus nya ialah jika kita MUDIK dapat menggunakan...

Post 4 : Apa itu Physical Model ?

Physical Model  Physical data model Merupakan model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom di mana setiap kolom memiliki nama yang unik. Sebuah physical data model (alias desain database) adalah representasi dari desain data yang memperhitungkan fasilitas dan kendala sistem database yang diberikan manajemen. Dalam siklus hidup proyek itu biasanya berasal dari model data logis, meskipun mungkin reverse-engineered dari implementasi database yang diberikan. Sebuah physical data model lengkap akan mencakup semua artefak database yang diperlukan untuk membuat hubungan antara tabel atau mencapai tujuan kinerja, seperti indeks, definisi kendala, menghubungkan tabel, tabel dipartisi atau cluster. Physical data model biasanya dapat digunakan untuk menghitung perkiraan penyimpanan dan mungkin termasuk rincian alokasi penyimpanan khusus untuk sistem database tertentu. Saat ini, ada enam dat...